Desah Kami Yang Terluka…

20 Oct

Yogyakarta, 20/08/06. 11.03 pm

Saat ekspresi bumi terlalu menyakiti
Tempat berpijak kami emosi
Pucuk-pucuk nyawapun seperti tak berarti
Kehidupan berganti begitu basi disini
Dan seringai kematian beringas mengawasi

Saudara kami…
Engkau tak disini saat maut mengetuk pintu rumah kami
Engkau tak disini saat tembok-tembok menjadi begitu tega menganiaya kami
Engkau tak disini saat bumi menertawakan kesakitan kami
Engkau bahkan tak disini saat malaikat maut merampas roh-roh tak berdaya kami

Tanah yang kami pijak seperti jadi sasana penyiksaan bagi kami
Awal hari inipun jadi hari pendiktean kesadaran ini
Kami menyaksikan kemarahan Tuhan pada kami
Sehingga tak tersamar betapa marahnya Ia pada kami
Dan kamipun terhempas bersama harapan dan mimpi-mimpi kami
Kami tertusuk bersama keterkutukan ini
Kami merintih seiring benih dosa yang tumbuh di hati-hati ini
Dan kami mati bersama sujud yang tertunda

Kami hanya sepenggal nisan usang kini
Dengan cerita yang berserakan entah dipelataran mana
Akankah harapan kini jadi barang langka bagi kami ?
Ketika kami terlanjur terluka, terdampar dan hidup dalam keputusasaan
Ketika mengais sisa-sisa mimpi menjadi satu-satunya pilihan kami

Tuhan…
Engkau mungkin terluka dengan cerita ini,
Tapi tak sepedih luka yang kini menganga dijiwa kami
Daging yang mengelupas dikepala kami
Tulang belulang kami yang remuk bersimbah darah
Tak sadarkah betapa Engkau telah menyakiti kami Tuhan…!?

Bulan-bulanpun telah berlalu
Menyisakan rona pekat yang membekas sangat dalam dijiwa ini
Dan orang-orang tak lagi membahas kami
Membiarkan kami mengangkat kedua kaki ini
Memaksakan letih dikedua tangan ini
Membalut sekujur luka yang nyaris membusuk
Berserakan darah dan nanah disekujur ditubuh ini
Kami sendiri kini…
Bersama desah kami yang terluka…

Advertisements

Baju-Baju yang Menipu

17 Oct

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard Universit . Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya. “Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkah?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,”

Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk.

Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Kita, seperti pimpinan Hardvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.

The Handphone Effect

14 Oct


Baru-baru ini, sebuah penelitian di Cleveland Clinic, Amerika serikat, menyatakan bahwa ponsel yang di taruh di saku celana dapat menurunkan kualitas sperma.

”Kami percaya ponsel merupakan alat yang sangat berguna dan kami menganggap aman-aman saja, tetapi ternyata hal itu dapat berakibat buruk pada kualitas sperma,” demikian kata Director of the Center for Reproductive Medicine Ashok Agarwal.

Agarwal yang juga ketua tim peneliti, menaruh sampel cairan semen 32 pria dalam tabung dan membawa ke laboratorium. Sperma kemudian diletakkan dalam tempat dengan kondisi dan temperature yang sama. Kemudian diberikan frekuensi ponsel 850 MHz selama satu jam, dengan jarak sekitar 2,5 cm. Jarak ini dianggap mewakili jarak ponsel di saku dengan testis. Hasilnya banyak sperma yang mengalami penurunan kualitas termasuk berkurangnya jangka waktu hidup sperma.

Namun, Ia mengatakan penelitian masih terbatas dan tingkat akurasinya belum dapat dibuktikan karena jumlah 32 sample belum dapat mewakili keseluruhan.
”Kemungkinan radiasi telepon seluler memang dapat mempengaruhi kualitas sperma, terlepas dari faktor lain seperti peningkatan suhu di dalam testes masing-masing pria,” katanya.

Terlepas dari akurat atau tidaknya hasil penelitian nanti, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan ?! So, mulai sekarang, bagi anda kaum pria yang senang menaruh ponsel di saku celana, sebaiknya mulai membiasakan diri untuk mengubah perilaku ini.

Glenn Robert Stevens

14 Oct

Glenn Robert Stevens born 1958 is an Australian economist and the current Governor of the Reserve Bank of Australia.

Stevens was born in Sydney in 1958. He was educated at the University of Sydney from which he received the Bachelor of Economics degree with first class honours in 1979.

He subsequently obtained a Masters degree from the University of Western Ontario.

After holding various positions in the Bank prior to 1990, he accepted a position as Visiting Scholar at the Federal Reserve Bank of San Francisco.
Subsequently, Stevens has held positions as Head of the Economic Analysis Department, the Head of the International Department, and was Assistant Governor (Economic) from 1996 to 2001, prior to his appointment as Deputy Governor in December 2001.

He replaced Ian Macfarlane who retired in September 2006, after 10 years as governor of the Reserve. Glenn is committed to the style of operation of the Reserve established under Ian Macfarlane; the independence of the Reserve, the 2-3% inflation target over the course of the economic cycle, and the accountability of the Reserve when the decision is made to change interest rates.

The Federal treasurer, Peter Costello has announced that Stevens will have a 7 year term, starting on September 18, 2006.

Stevens is a committed Christian, and plays the guitar at his local Baptist Church. He has spent most of his life living in the Sutherland Shire. He is also a recreational pilot with Commercial Pilot License (CPL) and Command Instrument Rating (CIR). He owns a Piper PA-34 Seneca.

7UP

8 Oct

7up.. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di penjuru dunia.

Awal mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.

Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! Mungkin kita tidak tahu kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal, buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up, atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan hasil.

Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang!

Love Can Hurt…

11 Sep

Cinta memperlakukan tiap insan merasa istimewa ketika ia sedang membara..
Tapi percaya atau tidak, cinta menghancurkan, meremukkan dan memutuskan dahan-dahan kehidupan ketika Ia hendak berlalu…

Namun satu hal… Ketika cinta itu harus mati, maka Kita tidak perlu mati bersamanya…

Complicated Me…

11 Sep

Aku ingin menyayangmu,,
Ketika aku bahkan tak tahu
Kau masih membukakan sedikit cela dihatimu…

Aku ingin menyayangmu,,
Walau terlanjur kutoreh luka yang amat dalam membekas dibatinmu…

Aku ingin menyayangmu,,
Walau aku sadar matahari esok terlalu menyengat untuk kutatap…

Jika berharap memang jalan terbaik,,
Aku akan berteduh dipelataran hatimu,
Menunggu saat dimana pagi menjemput kelam
Mungkin tidak pagi ini…
Tapi aku akan selalu menyaksikanmu lelap dalam buai malam,,,

Aku juga yang akan jadi pertama kali melihatmu
Merenggangkan mimpi indahmu semalam…

Tetaplah jadi sosok yang menginspirasi lahirnya dunia baru dihidupku,
Agar ketika kumati,
Aku masih merasakan hangatnya dekapan cinta lewat nuansa hatimu…

Mother – The Best Super Hero In The World

11 Sep

Waktu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu menangis sepanjang malam…

Waktu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan..
Sebagai balasannya.. Kamu kabur waktu dia memanggilmu…

Waktu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu..
Sebagai balasannya.. Kamu buang piring berisi makananmu ke lantai…

Waktu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna..
Sebagai balasannya.. Kamu corat coret tembok rumah dan meja makan…

Waktu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
Sebagai balasannya.. Kamu memakainya bermain di kubangan lumpur…

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah..
Sebagai balasannya.. Kamu berteriak “NGGAK MAU ..!”

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola..
Sebagai balasannya.. Kamu memecahkan jendela tetangga dengan bola…

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim..
Sebagai balasannya… Kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu…

Waktu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu…
Sebagai balasannya.. Kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar…

Waktu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun..
Sebagai balasannya.. Kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam…

Waktu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop..
Sbagai balasannya.. Kamu minta dia duduk di barisan lain…

Waktu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus orang dewasa..
Sebagai balasannya.. Kamu masih menunggu sampai dia keluar rumah…

Waktu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya..
Sebagai balasannya.. Kamu bilang dia tidak tahu mode…

Waktu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan..
Sebagai balasannya.. Kamu nggak pernah menelponnya…

Waktu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu..
Sebagai balasannya.. Kamu kunci pintu kamarmu…

Waktu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil..
Sebagai balasannya.. Kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya…

Waktu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting..
Sebagai balasannya.. Kamu pakai telpon nonstop semalaman…

Waktu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..
Sebagai balasannya.. Kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi…

Waktu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
Sebagai balasannya.. Kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temenmu…

Waktu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”..
Sebagai balasannya.. Kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”

Waktu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu bilang “Aku nggak mau seperti dirimu.”

Waktu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi..
Sebagai balasanmu.. kamu hanya bertanya kapan kamu bisa main ke luar negeri..

Waktu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu..
Sebagai balasannya.. Kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu…

Waktu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..
Sebagai balasannya.. Kamu mengeluh “Gimana sih kok bertanya seperti itu.”

Waktu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km…

Waktu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu..
Sebagai balasannya.. Kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”

Waktu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu..
Sebagai balasannya kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Waktu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya…

Hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang..
Dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan..
Menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam..

Teman..
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA..
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI…
JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA..
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU…