Archive | Artikel Umum RSS feed for this section

The Handphone Effect

14 Oct


Baru-baru ini, sebuah penelitian di Cleveland Clinic, Amerika serikat, menyatakan bahwa ponsel yang di taruh di saku celana dapat menurunkan kualitas sperma.

”Kami percaya ponsel merupakan alat yang sangat berguna dan kami menganggap aman-aman saja, tetapi ternyata hal itu dapat berakibat buruk pada kualitas sperma,” demikian kata Director of the Center for Reproductive Medicine Ashok Agarwal.

Agarwal yang juga ketua tim peneliti, menaruh sampel cairan semen 32 pria dalam tabung dan membawa ke laboratorium. Sperma kemudian diletakkan dalam tempat dengan kondisi dan temperature yang sama. Kemudian diberikan frekuensi ponsel 850 MHz selama satu jam, dengan jarak sekitar 2,5 cm. Jarak ini dianggap mewakili jarak ponsel di saku dengan testis. Hasilnya banyak sperma yang mengalami penurunan kualitas termasuk berkurangnya jangka waktu hidup sperma.

Namun, Ia mengatakan penelitian masih terbatas dan tingkat akurasinya belum dapat dibuktikan karena jumlah 32 sample belum dapat mewakili keseluruhan.
”Kemungkinan radiasi telepon seluler memang dapat mempengaruhi kualitas sperma, terlepas dari faktor lain seperti peningkatan suhu di dalam testes masing-masing pria,” katanya.

Terlepas dari akurat atau tidaknya hasil penelitian nanti, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan ?! So, mulai sekarang, bagi anda kaum pria yang senang menaruh ponsel di saku celana, sebaiknya mulai membiasakan diri untuk mengubah perilaku ini.

Advertisements

Mother – The Best Super Hero In The World

11 Sep

Waktu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu menangis sepanjang malam…

Waktu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan..
Sebagai balasannya.. Kamu kabur waktu dia memanggilmu…

Waktu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu..
Sebagai balasannya.. Kamu buang piring berisi makananmu ke lantai…

Waktu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna..
Sebagai balasannya.. Kamu corat coret tembok rumah dan meja makan…

Waktu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
Sebagai balasannya.. Kamu memakainya bermain di kubangan lumpur…

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah..
Sebagai balasannya.. Kamu berteriak “NGGAK MAU ..!”

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola..
Sebagai balasannya.. Kamu memecahkan jendela tetangga dengan bola…

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim..
Sebagai balasannya… Kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu…

Waktu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu…
Sebagai balasannya.. Kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar…

Waktu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun..
Sebagai balasannya.. Kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam…

Waktu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop..
Sbagai balasannya.. Kamu minta dia duduk di barisan lain…

Waktu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus orang dewasa..
Sebagai balasannya.. Kamu masih menunggu sampai dia keluar rumah…

Waktu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya..
Sebagai balasannya.. Kamu bilang dia tidak tahu mode…

Waktu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan..
Sebagai balasannya.. Kamu nggak pernah menelponnya…

Waktu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu..
Sebagai balasannya.. Kamu kunci pintu kamarmu…

Waktu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil..
Sebagai balasannya.. Kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya…

Waktu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting..
Sebagai balasannya.. Kamu pakai telpon nonstop semalaman…

Waktu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..
Sebagai balasannya.. Kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi…

Waktu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
Sebagai balasannya.. Kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temenmu…

Waktu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”..
Sebagai balasannya.. Kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”

Waktu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu bilang “Aku nggak mau seperti dirimu.”

Waktu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi..
Sebagai balasanmu.. kamu hanya bertanya kapan kamu bisa main ke luar negeri..

Waktu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu..
Sebagai balasannya.. Kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu…

Waktu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..
Sebagai balasannya.. Kamu mengeluh “Gimana sih kok bertanya seperti itu.”

Waktu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km…

Waktu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu..
Sebagai balasannya.. Kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”

Waktu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu..
Sebagai balasannya kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Waktu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu..
Sebagai balasannya.. Kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya…

Hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang..
Dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan..
Menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam..

Teman..
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA..
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI…
JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA..
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU…

Eits.. Remember a Duck…

28 Aug

This story was begun when a child named Dude was visiting to the grandfather’s and his grandmother livestock breeding. In there, he found a catapult. Then played him used the catapult in the forest. He practised, tried to shoot the target, continued to have practised but been not successful concerning the target.

Dejectedly he came home to eat dinner.

When coming home, was seen by him a duck his grandmother’s kept. Still in the annoyed situation, was scrutinised by him the head of the duck, exact concerning the head and the duck died.. He was suprised and sad. By panicking, was hidden by him the carcass of the duck in the pile of wood. He increasingly panicked when being seen by him, his older sister supervised.

Yeah… Lily saw all of them, but did not say anything.

After eating, the grandmother said, “Lily, would You washed the plate, please?”

But Lily said, “Grandma, Dude said him wanted to help on the kitchen, not was like that Dude? And Lili whispered, “Remembered the duck?” So Dude washed the plate.

When grandfather will go to fish, he offered Lily and Dude to take together him. However suddenly grandmother say, “Sorry if could not permit Lily to go along, I needed her helped prepared food” But Lily smiled and said, “It’s Alright Grandma, because Dude earlier informed if he will help You”. came back she whispered, “Remembered the duck?”

So Lily went to fish and Dude remained in home.

After several days Dude did his tasks and also Lily’s task, finally he did not keep again. He met grandmother and admitted that he has killing the duck and asked for the pardon.

Grandmother surrendered and embraced him. She said,”My Son, I knew. Not was seen by you, I stood in the window and saw all of them. Because I loved you, I forgave. I only was surprised how long you will allow Lily to make use of you”.

“I possibly did not know what happened, I also did not know the sin whether that was thrown by the enemy to the front of you. But anything that, I want to informed you something. The lord always stood in the window. And He saw all of them. Then because He loved you, He will pardon you when you asked for Him. He only was surprised, how long you allowed the enemy to enslave you”.

And the extraordinary matter was Him only did not pardon, but He also did not keep again your sin in mind…

Daily Schedule, PDA Yang Setia Mengingatkan Anda

27 Aug

Sangatlah manusiawi jika kadang kita lupa dengan apa yang seharusnya kita kerjakan. Kadang2 hal kecilpun yang kita pikir sudah kita planning-kan dengan matang malah berakhir dengan buyar bahkan tidak terlaksana sama sekali.

Disinilah fungsi dari jadwal harian. Jadwal harian layaknya sebuah PDA [Personal Data Assistant] yang mengontrol tindakan kita terhadap waktu. Mengingatkan kita pada apa yang harus menjadi prioritas untuk dikerjakan.

Membuat jadwal harian sangatlah mudah. Masalahnya yang sering terjadi adalah ketidak-konsisten-an atau ketidak-patuh-an kita dengan planning yang telah kita susun. Sekali lagi, ini sangat manusiawi dan bisa ditoleransi. Toh dengan terus berlatih dengan konsekuen pada jadwal, kita lambat laun akan menjadi orang yang disiplin dan mampu menghargai serta meng-efisien-kan waktu.

Secara logika, dengan memiliki jadwal kegiatanpun, masih sangat mungkin ada hal2 yang terlupa oleh kita, apalagi jika tanpa jadwal harian.

Anda dapat mendownload salah satu contoh jadwal harian yang disertakan di link berikut. Klik disini untuk mendownload contoh jadwal kegiatan harian.

Hati-hati Menanyakan Jam

27 Aug


Dalam suatu kereta seorang pemuda bertanya pada seorang bapak disampingnya, “Jam berapa sekarang Pak ?”

Sungguh diluar dugaan, si bapak diam saja, menoleh pun tidak. Mengira sang bapak tidak mendengar, si pemuda mengulanginya sampai 3 kali, namun si Bapak diam tidak bergeming sedikitpun.

Merasa kesal, si pemuda akhirnya mencolek si bapak dan berkata “Saya heran mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya? apa sih susahnya?” katanya sambil melengos.

Belum habis dia melengos, si bapak mulai berbicara “Bukannya saya nggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti ngomong2 soal ini, soal itu, terus nanti kita jadi akrab”

Si pemuda melongo mendengar ceramah si bapak, “Lalu apa salahnya kalau kita akrab ?” Si bapak menjawab, “Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya di Gambir, kalau kita sudah akrab, nanti kita akan turun sama2, terus saya pasti memperkenalkan mereka sama kamu. Nah, istri saya tuh orangnya baik sekali sama semua orang, nanti dia pasti menawarkan kamu mampir kerumah, nanti kamu mandi dirumah saya, terus makan dirumah saya, kemudian kamu lama2 bisa akrab dengan anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya dan lama2 kamu bisa jadi menantu saya.”

Sang pemuda yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung, lantas dia bertanya “Terus apa hubungannya dengan pertanyaan saya yang pertama?”

Sambil berdiri dengan lantang bapak tersebut menjawab “Masalahnya anak muda, SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU, JAM TANGAN AJA NGGAK PUNYA, BAGAIMANA MAU MEMBAHAGIAKAN ANAK SAYA ?”

Cinta Kadang Menyakitkan

14 Aug
Telah saling mengenal sejak bersekolah dan menjadi sahabat baik. Jack dan Dewi menghabiskan banyak waktu bersama. Tetapi hubungan mereka tidak berkembang, tidak lebih dari sebatas teman.

Tapi tanpa disadari, telah tumbuh bunga2 cinta di hati Dewi. Ia menyimpan rahasia kekaguman dan cintanya pada Jack. Tanpa pernah sekalipun Ia ungkapkan. Ia memiliki alasan tersendiri untuk menyimpan perasaan itu sendiri. Takut akan penolakan, takut jika cinta bertepuk sebelah tangan, takut jika nantinya Jack tidak menerimanya sebagai teman lagi, takut kehilangan seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersama Jack, dan berharap suatu saat Jack lah yang akan mengatakan perasaannya kepada Dewi.

Masa2 sekolah telah usai. mereka pergi ke arah yang berlainan. Jack harus melanjutkan studinya ke keluar negeri, sedangkan Dewi mendapatkan pekerjaannya.

Namun jarak yang sedemikian jauh tak menjadi penghalang hubungan mereka. Mereka tetap saling berhubungan dengan surat, saling mengirimkan foto masing-masing dan cerita2 masing2.

Saat ini, Dewi merindukan Jack kembali. Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengatakan kepada Jack tentang perasaan cintanya.

Namun tiba-tiba, surat dari Jack terhenti. Tidak ada jawaban atas surat2 yang dikirimkan Dewi. Dimana dia ? Apa yang terjadi ?.. Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua tahun berlalu dan Dewi tetap berharap Jack akan kembali atau setidaknya mengiriminya surat.

Dan doanya terkabul.

Sebuah kata dalam penggalan surat dari Jack, ” Dewi, aku punya kejutan untukmu… Temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat menunggu untuk menemuimu. Cinta dan cium Jack”

Dewi berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang wanita yang belum pernah merasakan cinta sebelumnya. Dia begitu gembira atas kata-kata itu.

Ketika harinya tiba, Dewi menunggu dengan cemas. Dia memakai pakaian terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Jack kesana kemari. Tetapi tidak dilihatnya Jack. Kemudian datang seorang wanita seksi dengan pakaian ketat berwarna biru.

“Hai! Aku Jacelyn, temannya Jack. Kamu Dewi?” Tanyanya. Dewi menganggukkan kepala. “Maaf, aku punya kabar buruk bagimu. Jack tidak akan datang. Dia tidak akan datang lagi.” kata wanita itu, sambil meletakkan tangannya di pundak Dewi.

Dewi tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar. Apa yang telah terjadi ? Dewi menjadi sangat khawatir dan wajahnya seketika pucat. “Dimana Jack ? Apa yang terjadi padanya ? Katakan padaku…” Dewi memohon.

Si wanita melihat dengan cermat ke Dewi, menepuk pundaknya, dan berkata, “ALAMAK DEWI… INI EKE’, JACK… APAKAH EKE’ TERLIHAT CANTIK SEKARANG ? AIH… AIH… YE’ NGGAK BISA NGENALIN EKE’ LAGI YAH ? IHHH… SEBEL DEH…!!!”

Dewi langsung pingsan…

Dont Send Me Flower

13 Aug

Aku mendapat bunga hari ini,
Meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulang tahunku,
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar,
Dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan,
Aku tahu ia menyesali perbuatannya…
KARENA IA MENGIRIMI AKU BUNGA

Aku mendapat bunga hari ini,
Ini bukan ulang tahun perkawinanku atau hari istimewa kami,
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku,
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku,
Aku tahu ia menyesali perbuatannya..
KARENA IA MENGIRIM BUNGA PADAKU HARI INI

Aku mendapat bunga hari ini,
Padahal hari ini bukanlah hari ibu atau hari istimewa lain,
Semalam ia memukul aku lagi,
Lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu,
Aku takut padanya,
Tetapi aku takut meninggalkannya,
Aku tidak punya uang,
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam..
KARENA HARI INI IA KEMBALI MENGIRIMIKU BUNGA

Ada bunga untukku hari ini,
Hari ini adalah hari istimewaku,
INILAH HARI PEMAKAMANKU….
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam,
Kalau saja aku memiliki cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
AKU TIDAK AKAN MENDAPAT BUNGA LAGI HARI INI

A Little Secret Of The Happiness

9 Aug

The secret of the happiness was to focus attention in goodness on the other person.
Because, lived like the painting. To see beauty of the best painting, saw under the clear rays, not in the place that was closed and dark.

The secret of the happiness was to not avoid the difficulty.
In a climbing the hill, not surfing it, someone foot grew became strong.

The secret of the happiness was to do everything for the other person.
Water that did not flow did not develop. However, water that flowed freely always fresh and clear.

The secret of the happiness was to learn from the other person, and not tried to teach them.
Increasingly showed how many you knew, increasingly the other person will try to find the lack in your knowledge. Why was the duck called stupid? Because too many talk.

The secret of the happiness was kindness, considered the other person as your extended family’s member.
Because, each creation was belonging to you. All of us were the Lord’s creation.

The secret of the happiness was to laugh with the other person, as a friend, and not laugh them, as the judge.

The secret of the happiness was not arrogant.
When you considered they were important, you will have the friend anywhere you went. Remembered that the biggest civet will dismiss the smell that most stang.

The happiness came to them who gave his love freely, that did not ask the other person to love them before.
Generous like the sun that radiated his rays without before asked whether people to accept his warmth.

The happiness, its mean accepted anything that came, and always to say to himself, “I was free in myself.”

The happiness, its mean made the other person happy.
The meadow that was full of the flower needed trees in its surrounds, not stiff concrete buildings. Surround your life with the happiness.

The happiness came from receiving the other person as the existence.
How will bore this life if anyone same. Won’t the garden then appear negatife when all of his flowers were purple?

The secret of the happiness was guarded your heart to open for the other person, and for living experiences.
The heart like the door to a house. The sunlight could only enter when the door was open wide.

The secret of the happiness was understood that the friendship was more valuable than the thing, more valuable than was in charge of the affair personally, more valuable than was stubborn in the truth in cases it was not principal.

Get each available secret inside. Feel it…